PERESMIAN KANG PISMAN, ODED PRIORITASKAN BUDAYA PENGELOLAHAN SAMPAH SEMAKSIMAL MUNGKIN

“Buser Bhayangkara74 kota Bandung” Peresmian Gerakan Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) di Cikapundung River Spot, Kota Bandung, Rabu  beberapa Minggu lalu diresmikan oleh Walikota Bandung Oded M Danial

Wali Kota Bandung, Oded M Danial secara resmi mencangkan Gerakan Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman). Gerakan ini merupakan langkah awal agar pengelolaan sampah menjadi budaya bagi seluruh masyarakat Kota Bandung khususnya sampah – sampah rumah tangga, sungai dan sampah lainnya bisa didaur ulang bermanfaat ungkap Oded selaku Walikota Bandung kepada Media Buser Bhayangkara74 ketika dikonfirmasi beberapa Minggu lalu.

Oded juga menjelaskan sistem pengelolahan sampah memang harus berangkat dari diri masing-masing. Mengelola sampah mulai dari sumbernya.  Dan Pemerintah hadir untuk membangun infrastruktur mengajak melalui sebuah gerakan seperti Kang Pisman,” ujar Oded saat pencanangan gerakan Kang Pisman di Cikapundung River Spot, Kota Bandung, beberapa Minggu lalu.

Walikota juga mengutarakan, Kang Pisman adalah gerakan bersama semua elemen masyarakat Kota Bandung dengan masif, beliau  mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bandung melakukan swafoto saat membuang sampah dengan memilah ke dalam tiga kategori yakni sampah kering, sampah basah dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Atas Instruksi  pimpinan dari Mang Oded. Bayangkan kalau ada 15.600 ASN Pemkot Bandung yang melakukannya, itu akan menjadi gerakan masif.  Mang Oded berharap Kang PisMan jadi budaya Kalau bisa Contoh buat Kota – Kota lainnya, seperti di Jepang butuh waktu 50 tahun, Singapura 30 tahun, semoga Bandung bisa kurang dari itu,” tuturnya seperti dilansir Humas Pemkot Bandung.

Pada pelaksanaan gerakan kang Pisman Oded juga memberikan anugerah sekolah adiwiyata (berwawasan lingkungan) sebanyak 22 sekolah dan 4 sekolah best effort terdiri dari jenjang SD/sederajat dan SMP/sederajat. Jumlah ini melengkapi sekolah adiwiyata di Kota Bandung menjadi 243 sekolah.

Pelaksanaan prosesi pun secara simbolis penyerahan dua truk kompaktor kepada PD Kebersihan untuk menambah armada pengangkut sampah,berharap kehadiran armada tambahan itu dapat semakin memudahkan pengelolaan sampah di Kota Bandung ungkap Asep selaku Humas Dinas Kebersihan Kota Bandung

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Salman Fauzi menyampaikan, Cikapundung River Spot dipilih menjadi lokasi pencanangan Kang Pisman karena setiap Sabtu secara rutin menjadi tempat melatih mendidik anak-anak oleh komunitas Cikapundung River Spot.

Untuk jangka panjangnya, Kang Pisman semoga menjadi budaya. Saat ini sudah ada 14 kawasan bebas sampah di Kota Bandung, ke depan minimal ada 1 lokasi per RW yang termasuk ke dalam kategori kawasan bebas sampah,” ungkap Salman.

Untuk kawasan bebas sampah, pihaknya pun mendorong semakin banyaknya bank – bank sampah di Kota Bandung termasuk Posyandu. Kalau saja Posyandu sebanyak 16.000 lebih mengelola bank sampah, maka akan menjadi energi luar biasa.

Dan ini sudah direalisasikan oleh beberapa dinas, kecamatan dan kelurahan sudah merespon dengan membuat bank – bank sampah, seperti di Sukaraja ada Sajadah limbahnyaJadi Banda Bila Dipilah, Busekel Buanglah Segala Sampah Elektronik dan Plastik ke Kelurahan di Bojongloa Kaler. Ada bank sampah di Disdagin, Dishub, BPPD, Sukajadi, dan DLHK. Semoga yang lainnya mengikuti agar semua ASN Pemkot Bandung jadi nasabah bank sampah jelas Oded kepada Pewarta Media. Buser Bhayangkara74.

 

Sumber : http://www.buser-bhayangkara74.com/peresmian-kang-pisman-oded-prioritaskan-budaya-pengelolahan-sampah-semaksimal-mungkin/

Leave a Comment

to top