Oded Kukuhkan 7 Orang Pelajar Jadi Duta Hukum dan HAM serta Duta Kang Pisman Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Oded M Danial meresmikan Gerakan Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) di Cikapundung River Spot, Kota Bandung, Rabu (17/10/2018).

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Wali Kota BandungOded M Danial kukuhkan tujuh orang pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bandung sebagai duta hukum dan HAM serta duta Kang Pisman Kota Bandung.

Hal itu dilakukan dalam rangka kegiatan kampanye kesadaran hukum HAM dan Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah) di SMKN 6 Bandung, Senin (29/10/2018).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara kebijakan Pemerintah Kota Bandung, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut, dikuti juga oleh 3000 perwakilan siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK/MA se Kota Bandung.

“Dalam kegiatan ini, kami coba mengajak kepada anak-anak peserta didik di tingkat SMA/SMK/MA untuk dapat menanamkan dan menerapkan pola kesadaran hukum dan HAM, serta berbudaya lingkungan diseluruh sekolah di Kota Bandung, umumnya di Jawa Barat,” ujar Oded di SMKN 6 Bandung, Senin (29/10/2018).

Oded menjelaskan, dipilihnya SMKN 6 Bandung sebagai lokasi kegiatan, karena sekolah yang berlokasi di Jalan H Hasan, Kelurahan Cisaranten Kidul, Rancasari tersebut, selain merupakan  sekolah percontohan yang telah memiliki segudang prestasi akademik maupun ekstrakulikuler, juga memiliki beberapa produk inovasi dalam bidang kebersihan yang selaras dengan program Pemkot Bandung, yaitu Kang Pisman.

Beberapa produk yang telah di hasilkan para siswa di SMKN 6 Bandung di antaranya, mesin pencacah sampah organik, pengubah sampah menjadi biomassa sebagai sebuah energi terbarukan, dan pola bank sampah.

“Mang Oded melihat, sewaktu SMA/SMK/MA masih di kelola oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung, SMKN 6 Bandung ini memiliki banyak keunggulan dan potensi yang luar biasa, itulah alasan kenapa kegiatan hari ini, kita pusatkan di sini,” ucap Oded.

Ia pun berharap, dengan masifnya upaya kampanye Kang Pisman ini, dapat menjadi sebuah budaya dan komitmen bersama di masyarakat, terkait proses pemilahan dan pengolahan sampah yang habis dari sumbernya.

Hal ini untuk membantu mengurangi volume sampah di Kota Bandung.

Karena menurutnya, penyelesaian masalah sampah di Kota Bandung, tidak bisa dituntaskan hanya sebatas launching program, tetapi dibutuhkan sebuah aksi nyata secara masif dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Kalau sudah menjadi budaya di masyarakat, kalau ada warga Kota Bandung di tanya, lagi musim apa di Bandung, maka jawabannya harus musim Kang Pisman. Kalau kampanye itu sudah bisa merata, maka itu menjadi sebuah indikator bahwa kami sudah berhasil dan kedepan insya Allah Kota Bandung akan bersih dari sampah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Salman Fauzi menambahkan, para peserta didik dari berbagai sekolah ini, merupakan para kader pemerintah dalam hal kampanye program Kang Pisman, sehingga gerakan kampanye dari program tersebut dinilai akan lebih efektif bila di lakukan oleh generasi muda selain melibatkan unsur lainnya, seperti ASN dan masyarakat luas.

“Berdasarkan arahan dari Pak Wali Kota kami meminta agar setiap sekolah di Kota Bandung memiliki wawasan lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah. Oleh karena itu kedepan terkait program Kang Pismanini, kami akan mendorong agar setiap sekolah memiliki pola penyelesaian masalah sampah dari sumber dengan cara bank sampah,” ujarnya.

Disinggung akan adanya upaya kerjasama antara Pemkot Bandung dengan SMKN 6 Bandung terkait penyediaan produk inovasi pengelolaan sampah. Hal tersebut pun diakui Salman, namun menurutnya diperlukan pembahasan lanjutan dengan Wali Kota Bandung.

Ia menjelaskan, SMKN 6 Bandung menawarkan sejumlah produk kreatif inovatif, salah satunya mesin pencacah yang memang kita butuhkan dalam hal pengelolaan sampah di sumber dari program Kang Pisman.

Menurutnya, ketika penyelesaian sampah anorganik dapat dilakukan melalui pola bank sampah, dan sampah organik diselesaikan dengan sistem pengomposan, seperti biodigester, magot, pirolisis, dan lain sebagainya, maka dibutuhkan bantuan sebuah mesin, dan mesin inilah yang dapat diciptakan oleh para siswa SMKN 6 Bandung.

“Insya Allah kita akan bekerjasama, bahkan kalau spesisifikasi dari kualitas produk mesinnya sesuai dengan keinginan kita, kenapa tidak kita beli saja dari mereka untuk digunakan di masyarakat, tapi tentunya disesuaikan dengan kemampuan,” katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Oded Kukuhkan 7 Orang Pelajar Jadi Duta Hukum dan HAM serta Duta Kang Pisman Kota Bandung, http://jabar.tribunnews.com/2018/10/29/oded-kukuhkan-6-orang-pelajar-jadi-duta-hukum-dan-ham-serta-duta-kang-pisman-kota-bandung?page=2.
Penulis: Cipta Permana
Editor: Yongky Yulius

Leave a Comment

to top